
Oleh Mahatir
Perawat merupakan salah satu profesi yang memainkan peran vital dalam kebencanaan. Oleh karena itu perawat harus secara adekuat memiliki kompetensi dan kapasitas dalam menyiapkan dan menghadapi bencana.
Perawat memainkan peranan penting guna melindungi masyarakat dari dampak negatif yang besar dan merugikan dari sebuah bencana. Tanggung jawab yang besar berbanding terbalik dengan fakta bahwa perawat ternyata tidak siap dan belum mampu dalam berespon saat bencana.
Harfiahnya Indonesia tidak akan terbebas dari sebuah bencana. Perawat disiapkan memiliki kompetensi dalam menghadapi bencana melalui penyisipan pendidikan kebencanaan dalam kurikulum pendidikan keperawatan. Namun, dari hasil sebuah riset jika perawat menghadapi bencana aktual perawat merasa tidak siap dan tidak percaya diri dalam melakukan respon kebencanaan. Pendidikan kebencanaan tak dielakan lagi sebagai elemen yang harus dibangun untuk menyiapkan perawat yang mampu berespon terhadap bencana.
Namun, dalam sebuah sistematic review faktor lain yang memberikan penguatan terhadap kesiapan respon bencana perawat adalah pengalaman menghadapi bencana secara nyata oleh perawat. Perawat memerlukan “actual practice” turun langsung ke lokasi bencana dan ditugaskan untuk membantu dalam berespon terhadap bencana. Jadi untuk menjadi perawat yang siap terhadap bencana “You have to be there”
Sumber:
Gambar: Google Image
Literatur: Labrague, et.al. (2017) Disaster Nursing Preparedness Among Nurses: A Sistematic Review of Literature. Wiley Online Library.

***
Mengisi/Melengkapi Formulir Pendaftaran disertai syarat yang telah ditentukan. http://pendaftaran.pmb.unand.ac.id/web/registrasi-awal.
Biaya Ujian masuk sebesar Rp.400.000,- dibayar setelah mengisi KAP Dan PIN . Calon mahasiswa cukup menyebutkan nomor KAP yang didapat dari menu beli PIN pembayaran di seluruh Bank Mandiri.
Oleh: Mahathir
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia pada tanggal 2 Juli 2019 lalu sukses melaksanakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ibu Rika Sabri. Dibawah bimbingan Prof Achir Yani, Ibu Junaiti Sahar PhD dan Dr. Besrai perjuangan mengenalkan sebuah model keperawatan berbasis budaya dalam rangka meningkatkan kulitas asuhan keperawatan, status kesehatan dan kualitas hidup lansia akhirnya bisa dilalui Ibu Rika Sabri dengan baik dan menjadikan beliau Doktor Keperawatan di bidang keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Andalas.
Banyak harapan yang akan digantungkan kepada beliau dalam rangka memajukan pendidikan keperawatan komunitas di Universitas Andalas. Keperawatan Komunitas merupakan keilmuan yang dinamis dan kompleks sehingga membutuhkan kemampuan inovasi dan adaptasi yang tinggi dalam menyikapi perkembangan keilmuan Kapasitas yang dimiliki Ibu Rika sabri diharapkan nantinya dapat meningkatkan kapasitas pendidikan spesifik keperawatan komunitas.
Ketua bagian Jiwa dan Komunitas Agus Sri Banowo MPH. menyambut dengan gembira atas pencapaian akademis yang telah diperoleh Ibu Rika Sabri.” Kami membutuhkan kapasitas akademik beliau guna mengembangkan program pendidikan kita terutama pada tahap magister keperawatan namun tentu pengalaman belajar beliau akan juga menguatkan pengembangan Ners keperawatan komunitas nantinya”. Dalam kegiatan ini Fakultas keperawatan mengutus Wakil Dekan II Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Ibu Vetty Priscilla “Kami sangat senang sekali acara berjalan dengan sukses, kami sangat senang sekali, staff Doktor kami bertambah” ucapnya.
Oleh: Zesty Fitri Dyanda
Kelompok Komunitas G’18
Sabtu, 4 Mei 2019 kelompok G’18 Keperawatan Komunitas profesi Ners Universitas Andalas mengadakan Musyawarah Masyarakat RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah (MMK) yang dihadiri oleh pemuka masyarakat yaitu seluruh ketua RT di RW 01, perwakilan perawat komunitas dari Puskesmas Ambacang, kader kesehatan RW 01 dan perwakilan warga di kediaman ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan dan mendiskusikan masalah kesehatan komunitas di wilayah RW 01 Lubuk Lintah.
Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) adalah pertemuan warga kelurahan untuk membahas hasil pengkajian masalah kesehatan di komunitas dan merencanakan penanggulangan masalah yang diperoleh dari winshield survey dan pengisian kuesioner di masing-masing rumah yang telah dilakukan mahasiswa profesi Ners. Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal maka dibutuhkan intervensi keperawatan komunitas, yaitu bidang keperawatan perpaduan ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk melibatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan kesejahteeraan dan kualitas kesehatan serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatan. Peningkatan peran serta masyarakat bertujuan meningkatkan dukungan masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan serta mendorong kemandirian dalam memecahkan masalah kesehatan.
Kegiatan MMK di RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah dimulai dengan perkenalan dan penjelasan sekilas kegiatan oleh ketua kelompok Keperawatan Komunitas G’18 sebagai bentuk dari komunikasi pendekatan dengan stake holder dan masyarakat agar membina hubungan saling percaya untuk kerjasama dalam proses keperawatan komunitas nantinya. Selanjutnya pembimbing akademik Keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Andalas, Ns. Mahathir, S.Kep, M.Kep, Sp.KepKom menjelaskan tujuan adanya program keperawatan komunitas dengan harapan tercapainya target upaya preventif dan promotif kesehatan komunitas melalui kerjasama antara perawat komunitas dan masyarakat sekaligus menyerahkan kelompok profesi secara resmi kepada perwakilan Lurah Lubuk Lintah, selanjutnya, Bapak Ujang, Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah selaku perwakilan dari kelurahan menyambut mahasiswa profesi keperawatan komunitas dengan hangat, ia berharap mahasiwa juga dapat memperoleh ilmu dari masyarakat disamping juga menerapkan ilmu keperawatan komunitas untuk kesehatan masyarakat RW 01 Kelurahan Lubuk Lintah.
Setelah dilanjutkan dengan presentasi hasil pengkajian, pada sesi diskusi dan musyawarah waktu pelaksanaan program disepakati bahwa program keperawatan komunitas yang direncanakan dengan sasaran masalah kesehatan masing-masing tingkat usia dilaksanakan di satu event besar dalam 1 hari, sedangkan gotong royong dengan target kesehatan lingkungan rumah warga dilaksanakan pada Minggu, 5 Mei 2019, jadwal ini disusun dan disetujui bersama pembimbing akademik dan perwakilan dari perawat komunitas dari Puskesmas Ambacang. Akhirnya kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto bersama serta bersilaturrahim dengan masyarakat karena bertepatan dengan hari terakhir menjelang bulan ramadhan.
We have 2 guests and no members online
Sekretariat Fakultas Keperawatan UNAND
Lantai 1, Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Andalas