Print this page

Collaborative Board Game Pilihan Metode Pendidikan Kesehatan Menarik Guna Mencegah Perilaku "Bully" Pada Siswa Sekolah Dasar

20 February 2019

Pagi itu ada hal yang berbeda di ruang kelas 4 SDN 30 Cubadak Air Lubuk Lintah. Siswa tampak asyik melempar dadu di atas papan permainan. Namun ada hal unik dalam permainan tersebut. Pagi itu tepatnya hari rabu tanggal 21 November 2018 mahasiswa peminatan keperawatan komunitas Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Andalas melaksanakan implementasi keperawatan terkait perilaku bullying melalui pelaksanaan Collaborative Board Game.

Implementasi ini dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan dosen dan kepala sekolah serta guru mata pelajaran saat itu. Selama pelaksanaan implementasi mahasiswa juga didampingi oleh Bapak Ns. Mahathir, M.Kep, Sp.Kep.Kom selaku dosen pembimbing peminatan keperawatan komunitas. Permainan ini dilaksanakan oleh mahasiswa peminatan komunitas Profesi Ners yang terdiri dari Desti Rahmayani, S.Kep, Elfa Aptia, S.Kep, Haris Pratama, S.Kep, Isny Shafira Aulia, S.Kep, M. Angga Mahalta, S.Kep, dan Tri Setiawan, S.Kep. Implementasi dimulai dengan pemberian materi dan penjelasan teknis permainan oleh Desti Rahmayani, S.Kep. Kemudian siswa dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang siswa. Pada setiap kelompok terdapat 1 orang fasilitator yang akan mendampingi jalannya permainan. Permainan dilaksanakan selama lebih kurang 40 menit. 

Permainan ini dikembangkan berdasarkan penelitian Hsi-Ping Nieh, PhD dan Wen Chi Wu, PhD yang dipublikasikan pada Journal of School Health pada bulan Oktober 2018, Vol. 88, No.10. Permainan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying, menumbuhkan sikap empati, dan meningkatkan keinginan siswa untuk membela korban bullying. Permainan ini terdiri dari 2 tahap. pada tahap pertama dimulai dengan melempar dadu kemudian berjalan pada papan permainan. Selama permainan para pemain bisa mendapatkan poin dengan menjawab pertanyaan tentang bullying. Apabila telah selesai satu putaran siswa berhak mengambil 1 kartu tugas yang terdiri dari korban, pengganggu, pembela dan penonton. Tahap kedua adalah permainan kolaboratif di mana para pemain harus bekerja sama untuk menyelesaikan misi penyelamatan korban bullying. Pemain melempar dadu untuk memulai permainan. Ketika para pemain bergerak di sekitar papan permainan, mereka akan menghadapi korban yang diganggu oleh penganggu. Pemain lain dapat memilih kartu pertahanan untuk setiap skenario bullying. Pemain harus berkolaborasi satu sama lain dan menggunakan kartu pertahanan untuk menyelamatkan korban dari bullying.

 

Selama permainan siswa tampak antusias, siswa menunjukkan sikap yang positif selama permainan, ditunjukkan dengan keinginan siswa yang sangat tinggi untuk menolong korban bullying. Bahkan siswa yang berperan sebagai penonton lebih memilih menolong korban bullying daripada membiarkannya saja. Setelah permainan selesai dilaksanakan, siswa diminta untuk menyebutkan kembali apa  yang mereka ketahui terkait perilaku bullying, dan bagaimana sikap mereka terhadap perilaku bullying. Siswa tampak bersemangat menyebutkan hal tersebut secara bergantian.

Pelaksanaan implementasi ini merupakan rangkaian kegiatan praktek Profesi Ners peminatan keperawatan komunitas yang dilaksanakan di SDN 30 Cubadak Air Lubuk Lintah dari tanggal 5 November sampai 1 Desember 2018. Implementasi dilaksanakan setelah sebelumnya disetujui oleh kepala sekolah serta guru pada Lokakarya Mini I. Selain pelaksanaan implementasi ini masih ada implementasi lain yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Di antaranya penyuluhan dan praktek gosok gigi yang benar, pendidikan kesehatan pencegahan terhadap kekerasan seksual pada pada anak dengan metode ACEJ (Active, Creative, Effective and Joyful), penyuluhan dan praktek cuci tangan pakai sabun, penyuluhan tentang gizi seimbang, serta penyuluhan perilaku bullying pada siswa di SDN 30 Cubadak Air Lubuk Lintah.