15 April 2020

Apa Itu COVID-19

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

 

Bagaimana COVID-19 Menular?

Cara penularan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter). Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet. Untuk penularan melalui makanan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya.

 

 

Melindungi Diri dari COVID-19

 

 

14 April 2020

Sumber Resmi : https://corona.sumbarprov.go.id/details/detail_master_berita/74

Padang - Kita berterima kasih atas bantuan yang telah diserahkan PT Inkasi Raya berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan lain-lain ikut serta peduli dalam penanganan covid 19 di Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela Acara Menerima bantuan APD dari PT Incasi Raya di Kantor Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Senin (13/4/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut. Kalaksa BPBD Prov Sumbar, Direktur Incasi Raya Husdi Gunawan beserta jajaran.

Nasrul Abit lebih lanjut menyampaikan , kita juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang juga telah memberikan bantuan dalam antisipasi penanganan covid 19 di Sumatera Barat.

"Kita juga telah menerima bantuan dari Wardah, BUMN, BUMN dan juga perorangan yang peduli akan penanganan covid 19 di Sumatera Barat", ujarnya.

Nasrul Abit juga katakan, saat ini kita perlu mendukung bersama-sama kerja para tenaga medis kita yang menangani pasien covid 19.

" Mendukung perjuangan tenaga medis kita dengan menjaga hidup bersih, cuci tangan pakai sabun, menahan diri dirumah dan tidak pulang kampung untuk sementara waktu. Mudah-mudahan para tenaga medis kita diberi kekuatan dan kesehatan yang baik dari Allah SWT, sehingga dapat menjalan tugas dengan baik serta terhindar hal yang buruk", seru doanya.

Nasrul Abit juga sampaikan, soal membagi kebutuhan di lapangan kita berikan dinas kesehatan yang menentukan agar kebutuhan itu dapat terbagi dengan baik di lapangan.

Direktur Incasi Raya Husdi Gunawan juga menyampaikan, bantuan ini sebagai sikap peduli kami bagaimana penyakit corona ini cepat berlalu di Sumatera Barat.

" Hari ini kami menyerahkan bantuan baju APD 500 pic, Nurse Cap 200 pic, Face Shield 200 pic dan Safe Glove 4 Box. Ini merupakan bantuan dalam bentuk Coporate Sosial Responsibility (CSR) PT Inkasi Raya", ungkapnya.

 

14 April 2020

Info Sumber : https://www.covid19.go.id/2020/04/14/enam-arahan-presiden-untuk-bendung-penyebaran-covid-19/



Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan dalam rangka membendung penyebaran Covid-19. Pengujian sampel secara masif hingga stimulus ekonomi yang harus tepat sasaran menjadi bagian dari arahan terkini Presiden saat memimpin sidang kabinet paripurna yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 14 April 2020.

Dalam arahannya, Kepala Negara meminta Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan untuk memberikan perhatian terhadap pengujian sampel secara masif dan isolasi yang ketat terhadap orang dalam pemantauan serta pasien dalam pengawasan.

“Pengujian sampel secara masif harus ditingkatkan dengan pelacakan yang agresif serta diikuti isolasi yang ketat,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden telah menginstruksikan dilakukannya percepatan pemeriksaan sampel melalui tes PCR (polymerase chain reaction) dengan cara memperluas jangkauannya melalui penambahan lokasi atau lab pengujian. Ia mengharapkan agar paling tidak dalam satu hari dapat dilakukan pemeriksaan dengan jumlah di atas 10.000 tes.

Kemudian, Presiden juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan bagi para tenaga medis agar mengurangi risiko mereka tertular virus korona. Untuk itu, Kepala Negara meminta pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi kesehatan atau telemedicine sehingga tak semua orang perlu mendatangi rumah sakit, cukup terlebih dahulu berkonsultasi awal melalui aplikasi.

Untuk diketahui, pemerintah juga sudah bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan aplikasi kesehatan untuk menangani pandemi Covid-19 ini.

“Orang tidak perlu bertemu dengan dokter, tidak perlu ke rumah sakit, tapi bisa konsultasi kesehatan (awal) lewat telemedicine,” tuturnya.

Lebih jauh, penjelasan-penjelasan serta komunikasi yang efektif dan transparan kepada publik mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia juga harus diperhatikan. Keterbukaan dan informasi mendetail yang mudah dipahami masyarakat diharapkan dapat memberikan ketenangan, optimisme, dan dukungan dari masyarakat.

Presiden Joko Widodo juga meminta aparat untuk tegas melakukan penegakan hukum di tengah pandemi ini. Saat ini, dibutuhkan dukungan masyarakat yang salah satunya berupa kedisiplinan untuk dapat menjalankan kebijakan yang telah diambil pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Ini juga penting dilakukan sehingga betul-betul masyarakat kita memiliki kedisiplinan yang kuat untuk menghadapi ini,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden kembali mengingatkan agar distribusi logistik yang dibutuhkan masyarakat selama kebijakan tanggap darurat juga jangan sampai terganggu. Sebelumnya diketahui bahwa distribusi logistik ke sejumlah daerah sempat terhambat oleh karena penutupan akses di sejumlah wilayah.

“Saya titip betul, meskipun ini sudah saya sampaikan berkali-kali, arus logistik jangan sampai terganggu baik dari pusat ke daerah maupun dari gudang-gudang logistik ke daerah-daerah,” ujarnya.

Terakhir, Kepala Negara ingin memastikan bahwa kebijakan stimulus ekonomi yang diberikan kepada pelaku UMKM dan para pekerja informal yang terdampak Covid-19 harus dapat diimplementasikan secara tepat sasaran.

Bogor, 14 April 2020
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

14 April 2020

Hema Malini, SKp, MN, PhD
(Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas)

Mengikuti perkembangan peningkatan kasus covid-19 di Indonesia, maka per tanggal 18 Maret 2020 menurut data yang dirilis oleh situs resmi covid19.go.id, maka jumlah kasus saat ini di Indonesia adalah 227 Kasus dengan 11 sembuh dan 19 meninggal. Upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 telah banyak dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Beberapa Menteri terkaitpun sudah mengeluarkan kebijakan untuk para Aparatur Sipil Negera untuk mengurangi kontak fisik dan sosial dengan cara Work From Home (WFH). Begitu juga dengan sebagian besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Untuk beberapa PTN terutama di pulau Jawa dengan angka innfeksi tertinggi, pembelakukan untuk kuliah daring/online telah diterapkan. Sementara itu, di Padang sendiri, himbauan mengubah proses pembelajaran kuliah telah diterapkan oleh beberapa PTN termasuk oleh Universitas Andalas (Unand). Untuk kota Padang, himbauan dari Walikota Padang telah dikeluarkan, dimana untuk siswa TK-PAUD, SD dan sederajat, SMP dan sederajat serta siswa Bimbingan Belajar akan diliburkan per tanggal 19 Maret 2020 sampai awal April 2020.

Ketika hampir sebagian besar ASN melakukan WFH diikuti juga dengan para karyawan swasta, maka salah satu tenaga professional dalam bidang kesehatan yang masih harus bekerja dan tetap melakukan pengabdian adalah perawat. Perawat terutama mereka yang bekerja di Rumah Sakit (RS) Pemerintah yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19 yang bertugas langsung di ruang Isolasi menghadapi sebuah pilihan antara tetap bekerja menjunjung tinggi profesionalisme atau mementingkan keamanan pribadi dan keluarga. Saat ini tercatat setidaknya sudah ada satu orang perawat di Indonesia yang positif terinfeksi covid-19 dan meninggal dunia.

Sementara itu, menurut angka yang dipublikasikan di JAMA Network Open, sebuah situs medis online dari Journal of American Medical Association, tenaga kesehatan yang terinfeksi di China mencapai 3,8% dari total kasus covid-19 dan tercatat lima kematian dari tenaga kesehatan. Terdapat 60% tenaga kesehatan yang terinfeksi selama pandemic di Wuhan, China. Di Italia sendiri, tenaga kesehatan yang terinfeksi mencapai 2.689 sekitar 8 % dari total kasus yang ada (liputan6.com).

Dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini, perawat mempunyai beberapa peran, yaitu sebagai caregiver yang merupakan peran utama dimana perawat akan terlibat aktif selama 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan ditatanan layanan klinis seperti di rumah sakit. Selain itu, perawat juga mempunyai peran sebagai edukator, dimana berperan sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat. Perawat berperan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana covid-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan sense of crisis, sehingga masyarakat menjadi waspada dan menerapkan perilaku pencegahan dan hidup sehat, dan tidak panik. Selain peran diatas, perawat juga berperan dalam advokat dimana perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien dan keluarga yang terindikasi covid positif. Secara umum, perawat mempunyai peran yang sangat penting baik dari segi promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam kondisi wabah covid-19.

Namun jika kita melihat, apa yang terjadi saat ini, dirasakan masih adanya sikap yang kurang menghargai profesi perawat. Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan pernyataan pejabat kementerian kesehatan RI dimana menyamakan profesi perawat seperti “Room Boy” sebuah hotel. Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pusat telah menyampaikan surat keberatan kepada Menteri Kesehatan RI pertanggal 18 Maret 2020 yang ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris PPNI. Kita memang tidak ingin menyatakan bahwa pekerjaan room boy sebuah hotel adalah rendah, namun menganalogikan profesi perawat setara dengan “room boy” justru mengecilkan arti dan peran perawat, terutama dalam konteks perawatan kasus Covid-19.

Semua perawat yang saat ini berkutat dan terlibat dalam perawatan pasien Covid-19 diseluruh rumah sakit didunia dan di Indonesia telah mengorbankan apa yang kita sebut sebagai kepentingan pribadi dan keluarga. Para perawat telah mengorbankan keselamatan dan menghadapi ancaman tertular virus yang bisa berakhir pada kematian. Sebagai bagian dari garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19, tidak sedikit yang mengalami kelelahan baik secara fisik dan juga secara mental. Tingginya beban kerja mereka dalam menangani kasus covid-19, langkanya fasilitas alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan nutrisi yang belum tentu adekuat, membuat imunitas tubuh menurun, sehingga resiko tertular virus semakin meningkat.

Tanggal 17 Maret 2020 yang lalu merupakan Hari Perawat Indonesia, dimana organisasi PPNI genap berusia 46 tahun. PPNI merupakan organisasi perawat yang berdiri tanggal 17 Maret 1974 yang menjadi wadah bagi seluruh perawat Indonesia dalam memajukan profesi keperawatan. Perawat Indonesia berusaha dengan keras untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Sehingga sudah semestinya, pemerintah dan masyarakat memberikan apresiasi tertinggi bagi peran perawat. Banyak hal yang bisa dilakukan, antara lain dengan memberikan penghargaan secara material bagi mereka selama menjalankan tugas, dengan memprioritaskan pemberian asupan nutrisi yang adekuat, pengadaan alat pelindung diri yang sesuai standar, pemberian insentif.

Ketersediaan alat pelindung diri yang sesuai standar penanganan pasien menular infeksisu harus mengacu kepada UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja menjadi tugas pokok bagi pemerintah. Karena jika APD bagi tenaga kesehatan di rumah sakit tidak tersedia dengan memadai, maka resiko penularan kemungkinan besar akan terjadi. Pemerintah dan masyarakat juga bisa memberikan dukungan moral berupa penguatan motivasi, memastikan komunikasi dengan keluarga dan keselamatan keluarga mereka terjamin dan juga berhati-hati dalam memberikan pernyataan di tengah masyarakat. Perawat di seluruh dunia termasuk di Indonesia mendedikasikan diri secara jiwa dan raga dalam menangani kasus covid-19.

 

ita semua menginginkan wabah covid-19 ini segera berlalu dan pemerintah mampu menangani kasus ini dengan baik. Marilah kita semua meningkatkan kewaspadaan dengan cara menerapkan perilaku mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, bisa juga menggunakan handsanitizer, menutup mulut dan hidung jika batuk dan bersin, mengisolasi diri jika sedang menderita batuk dan flu, meningkatkan daya tahan tubuh dengan vitamin dan makanan bergizi.

Kita juga mengharapkan agar tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang saat ini terlibat aktif dalam penanganan kasus covid-19 dibeberapa rumah sakit di Indonesia tetap terjaga kesehatan dan keselamatan diri. Mari kita saling bekerja sama dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi wabah covid-19.

whos online

We have 23 guests and no members online

Sekretariat Fakultas Keperawatan UNAND

Lantai 1, Gedung Fakultas Keperawatan Universitas Andalas 

  • Telepon      : +62-751-779233
  • Fax             : +62-751-779233

Peta